Virtual Nusantara - Media Informasi Indonesia
banner 728x90

Disruption

Tak ada yang tak bisa diubah sebelum dihadapi, mitivasi saja tidak cukup. Itulah salah satu ungkapan dalam bukunya Rhenald Kasali dalam Rumah Perubahan, menghadapi lawan-lawan tak kelihatan dalam peradaban uber, sebagai pengantar buku ini mengulas setiap peruabahan membawa dampak, dari pertanian ke industri abad 20, industri ke teknologi informasi abad 21 yang saat ini mulai dikenal Internet of things.

Konsep yang digunakan sebagai referensi utama adalah disruption theory dari Clayton Christensen, seorang profesor dalam bidang administrasi bisnis di Harvard. Teori tersebut dikatakan sebagai teori yang paling berpengaruh dalam bidang manajemen di abad ke-20. Tidak heran, Christensen pun mendapatkan banyak penghargaan karena hasil pemikirannya tersebut.

Inti konsepnya begini: dalam suatu periode waktu tertentu, akan tercipta inovasi yang melakukan “disruption” terhadap pasar yang sekarang sudah ada, sehingga mengubah industri yang selama ini sudah berjalan. Terciptanya mobil membuat industri transportasi tradisional dengan menggunakan kuda berkurang, sebagaimana halnya sekarang ojek online mengubah cara kita menggunakan transportasi umum.

Proses disruption ini telah terjadi sejak lama dan cenderung akan terus berulang. Bedanya, dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, siklusnya menjadi lebih cepat sehingga kita pun harus lebih cepat tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi. Konsep sharing economy (kebalikan dari owning economy) juga banyak dibahas sebagai salah satu solusi yang timbul atas kebutuhan masyarakat saat ini.

Di dalam buku ini, Prof. Rhenald Kasali menjelaskan konsep disruption dalam 5 bagian. Bagian pertama menceritakan bagaimana latar pasar industri telah berubah, karena banyak pemain baru yang sebelumnya tidak pernah terlihat. Bagian kedua membahas tentang perjalanan terciptanya disruption theory dan juga kritik terhadap teori tersebut. Bagian ketiga dan keempat menceritakan tentang sikap yang dapat kita ambil ketika menghadapi perubahan (menyerang/diserang dan mindset). Bagian terakhir menceritakan tentang dampak yang dapat terjadi dalam proses disruption.

Prof. Rhenald Kasali menjelaskan bahwa saat ini kita tengah memasuki suatu akhir jaman. Bukan akhir jaman dalam pengertian kiamat, tapi maksudnya kita telah memasuki jaman yang baru yang ditandai dengan adanya perkembangan teknologi informasi. Mereka yang tidak segera menyadari perubahan jaman ini akan terperangkap dalam masa lalu, merasa cemas, dan bersikeras bersikap resisten terhadap perubahan (yang sebenarnya tidak bisa dilawan juga).

Tiap bagian tersebut dijelaskan dengan menggunakan studi kasus yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Selain perusahaan start-up yang merupakan pemain baru, contoh-contoh perusahaan yang mencoba melakukan disruption terhadap dirinya sendiri (misalnya Telkom atau Kompas-Gramedia) dipaparkan secara singkat di sini.

Ada juga beberapa artikel beliau yang sebelumnya pernah diterbitkan di koran dan dilampirkan kembali karena temanya sejalan dengan isi buku ini. Penjelasannya disampaikan dengan bahasa yang tidak terlalu rumit sehingga kita mudah untuk memahaminya, terlebih lagi konsep yang sama juga diulas kembali dalam bab berikutnya. Contoh-contoh yang diberikan juga cukup relevan, meskipun ada bagian yang terasa seperti iklan (IndonesiaX, Kitabisa.com).

Ada hal yang saya harapkan tapi masih belum sepenuhnya terpuaskan dalam buku ini: saya mengharapkan adanya prediksi masa depan yang lebih konkrit, sebab contoh yang diberikan masih berupa contoh-contoh di masa lalu. Hal ini bisa memberikan kesan bahwa kebenaran teori ini diperoleh hanya dengan mencocok-cocokkan saja antara teori dengan hasil yang ada. Tapi pada dasarnya teori berada di ranah abstrak, sehingga memang wajar jika prediksi contoh konkrit di masa depan tidak bisa dibuat terlalu banyak.

Bagi mereka yang bekerja di berbagai industri, terutama mereka yang ada di tingkat middle-upper management karena mereka bisa mempersiapkan diri melakukan pengembangan produk dan kebijakan agar siap menghadapi disruption. Namun, mereka yang bukan berada di posisi pengambil keputusan strategis (staf, mahasiswa, dan lainnya) pun tetap dapat memperoleh manfaat dengan membaca buku ini.

download slide “Disruption” 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply